Balada Penyapihan

Saatnya telah tiba…

Minggu ini fafa akan beranjak ke 2 tahun. Insya Allah..fafa bisa mendapatkan haknya selama 2 tahun ini,yaitu ASI. Pemberian ASI ke fafa lebih penuh liku-liku, di awali dengan fafa bayi yang males nenen yang mengakibatkan di umurnya di hari ke7 mengalami bilirubin tinggi (12) tapi saya keukeuh tidak mau disinar dan saya yakin ASI bisa menormalkan bilirubinnya. Dirumah saja berjuang untuk bisa kasih asi, ternyata masalah timbul bukan di jumlah produksi asinya tapi di cara pelekatan menyusui. Hari ke 14 kami balik lagi ke dokter untuk cek bilirubin,turunnya hanya sedikit ke angka 10,xx, dokter menyarankan untuk terapi mulut ke fafa karena menurut analisa DSA mulut fafa lemah dalam menyusui. Ada kemajuan sedikit saat setelah terapi, fafa jd lebih lama menyusui. Tapi ternyata masalah tidak selesai sampai disitu, saat usianya yg ke 2 bulan kami pindah ke DSA yg notabene famous soal perASIan, setelah di cek oleh DSA tbs fafa mengalami berat badan yg kurang, sang DSA “mengoleh-olehkan”kami resep vitamin agar fafa lebih giat nenennya. arrghh mau marah rasanya saat itu, bukankah vitamin itu sebenernya obat yg tidak diperlukan untuk anak di bawah 1 tahun, sungguh kecewa berat dengan DSA famous itu dan saya bener2 ngeBLACK LIST DSA tsb.

Perlahan fafa bisa untuk  nen lebih lama,saat fafa sedang giat-giatnya nen sayapun harus kembali ke kantor dan timbullah cerita ini. bener-bener lika liku yaaa😛. Akhirnya cerita sofcup feeder dan botol-botolpun berakhir karena saya resign dan fafa bisa menikmati asi langsung dari gentongnya.

kalo difikir-fikir dulu saya berjuang mati-matian untuk bisa ngasih ASI ke fafa dan sekarang saya juga berjuang mati-matian supaya fafa bisa weaning with love…hihihihi,opo maunya sih mbokkk mbokk #plakk

Prinsip saya adalah weaning with love is a must. Kalo dulu labib bisa dengan mudah saya sapih, tapi ternyata tidak dengan fafa sodara-sodara. fafa agak lebih “independent”😛, segala hal yg saya praktekin ke labib saat menyapih di tolak mentah-mentah oleh fafa -___-“. jadilah saya cari strategi baru, yaitu strategi TEGA.

Rencana 1;  menghilangkan nen saat malam hari
Strategi  : mengalihkan ke susu kotak atau gendong kain saat fafa bangun minta nen
Hasil: hari ke 1 Tantrum, jerit-jerit ga karuan
         hari ke 2 masih sama seperti hari pertama
         hari ke 3 jerit-jerit dan akhirnya fafa minta dipeluk saja
         hari ke 4 nangis sebentar kemudian menerima penawaran susu kotak
         hari ke 5 nangis sambil bilang “susuuuuu: *emak mulai girang*
         hari ke 6 bangun,kemudian duduk sambil garuk-garuk rambut bilang “susu buuu “
Report: Mission complete

Rencana 2: mengurangi frekuensi nen saat siang hari
Report: Ternyata susah jenderal, segala macam bentuk penawaran pengalihan selalu ditolak. Yang ga ditolak cuma coklat cha-cha tapi fafa batuk bo 3 hari berturut-turut di sogok cha-cha. jadi sementara ini masih belum ada progress

Rencana 3: mengurangi kebisaan nen di tempat umum saat bepergian
Strategi: saya pake baju gamis terusan yg ga ada kancing depannya saat pergi
Report: fafapun bingung saat minta nen krn ga bisa kebuka bajunya *emak kegirangan* :p

Gongnya mungkin pas fafa 2 tahun nanti, setidaknya fafa tdk nen addict lagi. masih ada 4 hari lagi untuk menyempurnakan pemberian ASI ini🙂 jadikan moment weaning sebagai moment perpisahan yang indah, tidak ada yang tersakiti dan insya allah moment weaning ini akan menguatkan kasih sayang antara ummu dan fafa. :* smoochhh

si calon 2 tahun😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s