Best Friend Forever

Mei 2011, gw janjian sama melati (sahabat gw sejak jaman SMA). Saat itu melati lagi cuti melahirkan dan gw menyempatkan diri kabur pas jam makan siang kantor. Kita janjian di Chowk*ng Ambasador. Ini adalah pertemuan pertama di tahun 2011. Ya semenjak kita kerja dan nikah, kita jarang banget ketemuan soale kita sibuk mungutin duit yee :p

Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, we always spend alot of time meski itu makan di piring udah ludes dan bahkan sampe kita laper lagi, kita masih stay di situ. Obrolan kita itu selalu random, ga pernah ada topik khusus, obrolan melebaarrr ampe kamana tau tapi di siang itu entah kenapa kita berdua sama-sama lagi ANDI LAU *Antara Dilema dan Galau* tentang kerjaan.

Melati baru punya bayi dan bisa dipastikan ibu manapun di dunia ini saat punya bayi dan masa cutinya udah abis pasti akan mellow yellow untuk back to work. Sedangkan gw ada di posisi mulai 13P (Pergi pagi Pulang Petang Pantat Pegel-Pegel Pala Pegel-Pegel Pemasukan Pas-Pasan), Jadi siang itu kita ngehits banget omongin bisnis (eh tumben bener loh kita), melati pengen buka pangkalan pasir di daerah cibubur tapi masih sedikit demi sedikit ngumpulin modal, sedangkan gw akan membuka lapak dimsum. tapi omongan kita selalu kepentok ampe benjol di masalah MODAL. Dan as usual kta jadi ngayal…kita ngayal bisa jd ibu rumah tangga, ngurusin anak di rumah, ngurusin suami, dasteran tiap hari tapi kita tetap punya duit sendiri, kita bs tetep jalan-jalan dan makan siang bareng tanpa perlu minta sama suami dan yang jelas kita berdua sama-sama ga mau ngerepotin orang tua untuk jaga anak2 kita lagi setiap harinya.

=================================================================================
Februari 2012, Alhamdulillah Allah mengabulkan impian gw dan melati. Secepat ini? gw fikir melatipun ga nyangka bahwa impiannya akan terwujud secepat ini. Siang itu gw BBMan sama dy dan dy menyampaikan kabar bahwa dy resmi mengajukan surat resign dan akan segera di proses. Ahh rasanya gw pengen peluk melati and saying “terimakasih ya Allah”. Gw dan melati sama-sama masuk Dbcn 7,5 bulan yang lalu, saat itu kita berdua just go a head, kita hanya mencoba kesempatan yang ada sama seperti yang waktu itu kita sama-sama nyoba umptn ya mel tapi alhamdulillah kali ini kita bisa🙂

Dan gara-gara dbcn gw sama melati jadi intens komunikasi lagi, dulu komunikasi kita sempat terputus karena kesibukan kita yang berbeda. Dan sekarang kitapun jadi agak lebih sering bertemu🙂

dan sekarang kami percaya bahwa impian dengan kerja cerdas adalah 2 senyawa yang akan membawa kami di tangga yang lebih tinggi.

best friend forever, kata-kata itu yang pas buat kami. Kami sudah melalui pahit getir persahabat, sudah banyak orang yang masuk dalam kehidupan kami dan alhamdulillah allah masih selalu menjaga tali silaturahmi kami.

One thought on “Best Friend Forever

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s