keluar dari zona nyaman

maapkeun kalo judulnya agak Le to the bay. Jadi semenjak memutuskan untuk resign gw bener2 seperti terlempar dari zona nyaman yg selalu bisa bikin gw ongkak2 kaki.

pertama adalah I am ARTLESS now. yes tanpa asisten, asisten yng terakhir gw ceritain disini itu, painali capcus dengan masa bakti 1 minggu sajah. Sungguh gw sepaningan sekali, disaat gw mulai nyusun rencana untuk melakukan kegiatan di luar rumah eaah itu asisten capcus. yuk mari gulung tiker lagi dan batalin semua aktivitas di luar rumah. jadi sekarang gw bener2 takjub dengan daya upaya yg allah berikan ke gw, 2 babies tanpa art *elus dagu*

Kedua adalah semenjak gw “bekerja” sebagai facebook administrator di salah satu produk kesehatan, gw selalu di kejar2 deadlline buat ngasih draft postingan dan gw diharuskan untuk posting di FPnya 2 jam sekali. keren ya nih kerjaan, gw cuma disuruh update status and jebret di bayar deh tiap bulannya.

Saat si klien meminta gw untuk mengirim draft postingan, dan gw sedang konsentrasi mencari ide tulisan, tiba2 bocah 18 bulan ini duduk di depan gw dan menepis Gtab yg gw pegang trs ngomong dgn suara manisnya “nen nen” makjleb, taro gtab lakukan tugas negara.

atau saat gw sedang konsentrasi nyari ide tiba2 ada yang teriak “umiiii….abang mau ee” taro gTab, lakukan tugas negara

Akhirnya gw merubah pola jam kerja, gw kerja saat mereka tidur pules bak habis lari marthon, dan jam yang tepat adalah jam 3 pagi

kerjaan yang masih bisa gw sambi saat anak2 melek adalah follow up prospek via bbm atau via ym, itupun kadang ada alarm yg bunyi “umi..henpon telus tab, telus henpon telus tab..kapan selesainya umi??” pertanyaan yg sungguh menyayat hati dan bikin gw serasa ditimbun di tanah😦

Nah kalo ada yg bilang kerja dari rumah itu mengasyikan?anda benar, kemampuan multitaskingpun akan semakin terasah. wkwwkwkkwkw

but 1 thing, keadaan ini sudah gw pinta sama Allah dari 3 tahun yang lalu, keadaan dimana gw bisa bekerja dari rumah dan tetap bereksistensi membesarkan anak2 serta mengurus tetek bengek rumah tangga.

its fun, gw bisa mengatur sendiri waktu yg gw punya. ada kalanya 1 harian gw harus keluar rumah dan nitipin anak2 sama nenek kakek tp di esok harinya gw bebas seharian main2 sm anak2

ya gw memang memutuskan untuk keluar dari zona nyaman, dari rutinitas kantoran yg bikin gw hidup bak sapi perahan, keluar dari ruangan ber Ac dan bangku yang nyaman, karena gw menyadari bahwa zona nyaman itu cuma membuatku menjadi manusia yg terlalu “menerima apa adanya” padahal rezeki allah itu maha luas buat mereka yang mau menjemputnya.

sekarang gw sedang memasuki zona aman,bukan hanya untuk gw tapi untuk anak2, untuk suami dan untuk saudara2

-salam super,ga pake man dan ga pake mie-

4 thoughts on “keluar dari zona nyaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s